MENJAGA STAMINA IMAN (3)

Masjid Al Murosalah, Telkom Learning Center, Jl. Gegerkalong Hilir 47 Bandung

Penceramah : Dr. Aam Amiruddin

Session Materi :

Dalam pembahasan Menjaga Stamina Iman terdiri dari 3 bagian,

Pertama “Ciri-ciri iman yang lemah”,

Kedua “Hal-hal yang dapat melemahkan iman”

Ketiga “Cara agar iman kita tetap kokoh atau kuat.”

Hal-Hal yang dapat MELEMAHKAN Iman

Agar dapat secara efektif mengetahui cara menjaga stamina Iman, sangat penting untuk memahami apasaja yang bisa melemahkan iman tersebut

a. Iman yang tidak / kurang dirawat

“Segala sesuatu yang kurang mendapatkan perawatan, maka akan cepat rusak. Tanaman yang kurang mendapatkan perawatan kurang diberi air, pupuk maka akan cepat layu.  Begitu pula dengan iman, jika iman kurang diberi perawatan atau dijaga dengan baik, maka iman yang kurang dirawat otomatis cepat atau lembat akan melemahkan kekuatan iman kita. Ketika cinta antara suami istri tidak dipelihara dengan baik, misalnya karena kurang komunikasi atau lain sebagainya, maka keharmonisan suami istri itu akan berkurang. Begitu pula ketika keimanan kita tidak dipelihara dengan baik, kurang komunikasi dengan Allah swt, tidak mencari sahabat-sahabat yang sholeh/sholehah atau dengan kata lain lingkungan yang kondusif maka itu secara langsung mempengaruhi kondisi iman seseorang.

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

(QS.Al Hadid : 16-17)


b. Meremehkan kehidupan akherat

Salah satu parameter utama dalam ketauhidan adalah percaya akan adanya hari akhir dan keberadaan akherat. Manusia yang tidak percaya atau meremehkannya otomatis akan hidup semaunya.

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadapmereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan)bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.(Q.S Al Bayinnah [98]: 6-8)

Ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan oleh akal atau logika, misalnya saja kehidupan akhirat, kehidupan akhirat hanya akan bisa dijelaskan oleh iman atau kepercayaan kita terhadap sang Khaliq, ketika seseorang sudah tidak percaya atau meremehkan akan kehidupan akhirat maka orang tersebut akan meremehkan pula aturan-aturan yang sudah dibuat oleh Agama dan secara otomatis orang akan melemahkan kekuatan iman.

c. Terjebak dengan angan-angan

Manusia itu tak henti-hentinya muda dalam dua hal.

Pertama, Cinta Dunia

Manusia dalam mencintai dunia tidak pernah mengenal usia. Banyak sekali orang orang yang sudah berusia namun tetap mengejar kebahagiaan dunia, itu menjelaskan bahwa manusia selalu merasa muda dengan mencintai dunia yang sejatinya adalah fana.

Kedua, Mudah Terjebak Angan-angan

orang yang terjebak angan-angan memiliki banyak rencana dalam beribadah akan tetapi jarang direalisasikan. Sesungguhnya manusia itu memiliki potensi yang bagus dalam berangan-angan yang positif, hanya tinggal bagaimana merealisasikannya. Angan-angan atau cita-cita yang realistis TANPA usaha menuju kesana adalah percuma.

d. Kurang ikhlas dalam ibadah

Inti ibadah adalah bukti pengabdian sebagai bentuk syukur dan cinta terhadap Allah swt. Misalnya ketika seorang melakukan shalat tahajud kemudian dengan niat bahwa malu kepada Allah karena Allah telah memberikan begitu banyak rezki kenikmatan dan cinta yang sangat besar, maka orang tersebut sudah berada di kawasan puncak ibadah. Akan tetapi jika seseorang melakukan shalat tahajud karena mengharapkan sesuatu misalnya takut siksa neraka atau mengahrapkan imbalan, maka itu boleh-boleh saja atau syah-syah saja akan tetapi kita belum pada puncak pada level yang tinggi. Belum bisa merasakan nikmatnya ibadah, buktinya ada sebagian yang kemudian kecewa karena harapannya tidak terkabul kemudian meninggalkan amalan mulia tersebut.

e. Berbuat Bid’ah.

Menambahi ajaran agama, karena dianggap belum sempurna dalam beragama.

f. Jarang melakukan introspeksi

Bahkan terlalu sibuk mengurusi kesalahan orang lain,lupa untuk melihat diri sendiri

Advertisements

About mediapromosi78

ask me..

Posted on February 17, 2011, in Satu Hari Satu Ayat Al-Qur'an and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: